Lambang Kota Subulussalam |
|
| Peta lokasi Kota Subulussalam Koordinat : |
|
| Motto: Sada Kata | |
| Provinsi | Nanggroe Aceh Darussalam |
| Ibu kota | Subulussalam |
| Luas | 1.391 km² |
| Penduduk | |
| · Jumlah | 62.000 Jiwa |
| · Kepadatan | jiwa/km² |
| Pembagian administratif | |
| · Kecamatan | 5 |
| · Desa/kelurahan | 74 |
| Dasar hukum | UU No. 8 Tahun 2007 |
| Tanggal | 2 Januari 2007 |
| Hari jadi | {{{hari jadi}}} |
| Walikota | Merah Sakti. SH |
| Kode area telepon | 0627 |
| APBD | - |
| DAU | {{{dau}}} |
| Suku bangsa | Singkil, Pakpak, Alas, Jawa, Aceh Dll |
| Bahasa | Kampong, Pakpak Dll |
| Agama | Islam 98% |
| Flora resmi | {{{flora}}} |
| Fauna resmi | {{{fauna}}} |
| Zona waktu | WIB |
| Bandar udara | {{{bandar udara}}} |
|
|
|
Kota Subulussalam adalah sebuah kota di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil
Perjalanan Panjang Pemko Subulussalam
Kota Subulussalam adalah sebuah kota di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil
Kota Subulussalam adalah daerah otonomi yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, setelah sebelumnya menjadi bagian dari Kabupaten Aceh Singkil. Kota Subulussalam terdiri atas 5 (lima) Kecamatan, masing-masing Kecamatan Simpang Kiri, Penanggalan, Rundeng, Sultan Daulat dan Longkib, dengan total jumlah desa sebanyak 73 desa.
Secara geografis, Kota Subulussalam yang memiliki luas daerah 1,391 KM2 berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara di sebelah Utara, Kabupaten Aceh Singkil di sebelah Selatan, Provinsi Sumatera Utara di sebelah Timur, dan Kecamatan Trumon-Kabupaten Aceh Selatan di sebelah Barat. Kecamatan Sultan Daulat merupakan kecamatan terluas, meliputi 43,28% dari total luas Kota Subulussalam, diikuti Kecamatan Rundeng (23,88%), Kecamatan Simpang Kiri (15,31%), Kecamatan Longkib (10,85%) dan Penanggalan (6,68%).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Singkil dalam Subulussalam Dalam Angka 2006, jumlah penduduk Kota Subulussalam adalah sebanyak 62.000 jiwa, terdiri dari 31.609 pria dan 30.391 wanita. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Simpang Kiri (26.405 jiwa), sedangkan Kecamatan Longkib adalah kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit (3.984 jiwa)
Geografi
Batas-batas wilayah
Wajah Baru Dominasi Dewan Subulussalam
SUBULUSSALAM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam secara resmi telah merampungkan proses rekapitulasi hasil pemilu 2009 Minggu (19/04) lalu. Walaupun penetapan anggota dewan belum digelar namun dipastikan kursi parlemen di daerah itu didominsi wajah baru. Kondisi yang sama terlihat untuk lembaga legislatif di Kabupaten Aceh Singkil.
Mengacu pada hasil penghitungan dipastikan kursi DPRK Subulussalam akan didominasi wajah baru. Beberapa wajah lama tergusur dan yang tinggal hanya Ansari Idrus Sambo (PPP), Jamasa Cibro, Pianti Mala (PKPI), Siti Ansari Bancin, Teuku Maswarli (Golkar), Bachtiar (PDIP), Erlinawati (Demokrat), Syarifuddin Padang (PBR), dan Sugito (PAN).
Adapun nama-nama baru adalah Karlinus, Supriadi Boangmanalu (PBB), Mukmin, Mariani Harahap (Hanura), Netap Ginting (PKPI), Sutan Bagindo (PKPB), Marzuki, Darwisnyah (PK), Syarifuddin (PAN), Dedi (PKB), dan Fajri (Golkar). Di sisi lain, berdasarkan hasil rekapitulsi perolehan suara di KIP, Partai Bulan Bintang (PBB) mengalami peningkatan. Sebelumnya, partai ini hanya memiliki satu kursi namun di pemilu 2009 bertambah menjadi dua kursi. Sementara PKPI, Golkar, PAN, dan PBR hanya mampu bertahan pada posisi lama. Sebaliknya, penurunan kursi terjadi untuk PKB, PDI-P, Demokrat dan PPP. Ketiga partai ini memperoleh masing-masing tiga kursi tapi kali ini hanya mampu meraih satu kursi.
Ucapan Selamat
Sementara itu, pelukan, derai air, haru, serta luapan emosi kegembiraan mewarnai babak akhir prosesi lima tahunan pesta demokrasi. Tingkah-polah ini dilakukan usai rekapitualasi perhitungan suara DPRK Aceh Singkil berakhir dibacakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, Senin (20/4) lalu di Media Center KIP jalan Singkil-Rimo.
Penetapan perolehan suara menurut Ketua KIP Aceh Singkil, Zakirun Pohan, dijadwalkan 15-17 Mei yang akan datang, namun dari hasil sementara para caleg yang terpilih sudah diketahui masyarakat luas. “Penetapan bisa tanggal 15, 16 atau 17 Mei, akan tetapi dari hasil rekap masyarakat sudah tau siapa yang duduk,” katanya.
Hasil sementara untuk calon DPRK di daerah pemilihan (Dapil) Aceh Singkil I, dari sembilan kursi yang diperebutkan diprediksikan, Golkar meraih tiga kursi, disusul PKPI, PBR dan PAN. Lalu PPI, PDIP dan Demokrat, masing-masing satu kursi.
Di Dapil Aceh Singkil II tidak ada satu partaipun yang memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP), sehingga yang meraih kursi didasarkan pada rangking suara. Dari tujuh kursi yang diperebutkan masing-masing diperkirakan diperoleh, Golkar, PBR, PPRN, Demokrat, Hanura, PKPI terakhir PBB. Sedangkan untuk Dapil Aceh Singkil III, dari lima kursi diperkirakan menjadi milik, Golkar, PKPI, PKB, PPD dan PPI. Sementara di Dapil Aceh Singkil IV, dari empat kursi yang tersedia, diperkirakan diraih, Golkar, PKB, Gerindra dan PMB.(kh/c39)
Sementara itu, pelukan, derai air, haru, serta luapan emosi kegembiraan mewarnai babak akhir prosesi lima tahunan pesta demokrasi. Tingkah-polah ini dilakukan usai rekapitualasi perhitungan suara DPRK Aceh Singkil berakhir dibacakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, Senin (20/4) lalu di Media Center KIP jalan Singkil-Rimo.
mantap
aq ank s.salam
hidup s.salam
smoga s.salam bisa menjadi kota yang metropolitan.
cayo s.salam.
sada kata kita karina.
sada kata kita karina kita bangun kota subulussalam ta