KUTACANE-Pengumuman penerimaan CPNS di jajaran Pemkab Agara telah ditempelkan di dinding kantor bupati setempat, membuat banyak warga merasa kecewa. Pasalnya, dari 293 orang yang bakal diterima, tidak ada satu formasi pun yang menerima tamatan SMA. Dikhawatirkan pencari kerja (Pencaker) lulusan SMA habis harapan untuk jadi pegawai negeri sipil (PNS).
Hampir seluruh formasi menerima tamatan S1, hanya beberapa formasi yang masih menerima D2 dan D3, pada formasi penerimaan CPNS kali ini, 204 orang sebagai tenaga pengajar, 42 orang untuk tenaga Medis dan 47 orang untuk tenaga tehnis.
Padahal, tamatan SMA sederajat masih banyak yang menjadi penangguran. Walaupun diakui banyak juga tamatan S1 yang belum tertampung menjadi PNS,kemana para tamatan SMA ini akan mengadukan nasib mereka.
Ironis memang, peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Kabupaten Aceh Tenggara hanya bertumpu kepada penerimaan PNS. Mau mencari pekerjaan sebagai karyawan swasta,tidak ada perusahaan besar di kabupaten ini.
Arnol Napitupulu, Ketua LSM Palito meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar membuka lowongan pekerjaan bagi tamatan SMA yang tidak mampu melanjutkan ketigkat perguruan tinggi.
“Tidak semua warga Agara berasal dari keluarga yang mampu menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi,kebanyakan warga hanya mampu membiayai anaknya hingga tingkat SMA,ini menjadi tugas kita semua untuk mencari solusi lapangan pekerjaan,” terang Arnol.
Satu alternatif dalam mengurangi tingkat pengangguran,P emkab agara diharapkan mampu mendatangkan investor asing untuk mendirikan perusahaan di Agara. ”Peluang untuk mendatangkan investor sangat besar. Agara kaya dengan potensi alam, hasil buminya melimpah ,apalagi saat ini tanaman coklat menjadi idola, tanaman karet serta sawit cukup luas,” katanya.
Hanya bagaimana cara Pemerintah menarik Investor untuk mendirikan pabrik di Agara supaya pengangguran ini dapat tertampung menjadi pekerja sehingga lapangan kerja tidak hanya menunggu penerimaan PNS.
Bukan hanya hasil bumi saja yang ada,kalau Pemerintah memiliki itikad baik membangun masyarakat Aceh Tenggara,banyak sumber alam yang bisa dimanfaatkan,diperut bumi kita ini banyak terkandung timah hitam, bahkan emas juga ada.
Kenapa ini tidak dimanfaatkan untuk menarik investor. “Kalau semua ini dapat dikelola dengan baik, maka anak negeri ini tidak akan menjadi sengsara hanya menunggu lowongan PNS yang tidak seberapa,” tuturnya. (mag-25)
.
.
Ditemukan Indikasi Ada Intimidasi dan Penyimpangan Pilkada
Dandim 0109/Aceh Singkil, Letkol CZI Dadang Rusmana mengatakan, dalam tahapan pelaksanaan Pilkada Kota Subulussalam ditemukan indikasi adanya intimidasi dan penyimpangan ketentuan Pilkada lainnya yang dilakukan oleh tim calon walikota/wakil walikota.
Indikasi adanya intimidasi, pemberian materi, janji-janji tertentu dan hal lainnya ini terutama ditemukan di beberapa desa di berbagai kecamatan. Terutama desa-desa yang lokasinya agak jauh sehingga sulit terpantau.
Bukti yang jelas kata Dandim Dadang Rusmana kepada wartawan, di Subulussalam, dengan kedatangan tim tertentu dari calon walikota/wakil walikota ke setiap rumah atau istilahnya dari pintu ke pintu.
Sementara jadwal kampanye yang telah diberikan oleh KIP Kota Subulussalam tidak pernah diisi, bahkan kegiatan kampanye tertutup dengan mengumpulkan beberapa warga pun tidak terlihat dilakukan.
“Tidak diketahui apa yang dilakukan tim tersebut di dalam rumah penduduk. Apakah intimidasi, pemberian tertentu atau hal lainnya yang menyimpang,” ungkap Dandim.
Wilayah Subulussalam yang juga menjadi wilayah tugas Dandim 0109/ Aceh Singkil, menjadi kewajiban baginya untuk ikut menyukseskan Pilkada kota itu.
Sebagaimana seluruh masyarakat Kota Subulussalam berkewajiban menyukseskan Pilkada dengan turut mengawasi jalanannya Pilkada. Namun pihaknya belum memperoleh bukti dengan tertangkap tangan atau lainnya sehingga sulit membuktikan.
Dikatakan, intimidasi dan pemberian tertentu sangat merugikan tatanan demokrasi di daerah ini dalam memilih pemimpin yang diinginkan.
Akibatnya sudah pasti akan merugikan masyarakat banyak dengan aksi demikian, karena apabila trik-trik demikian berlangsung maka akan diperoleh pemimpin yang tidak demokratis, ujarnya.
Menurut Dandim, pihaknya telah berkordinasi dengan Panwas Pilkada Kota Subulussalam namun belum memperoleh kelanjutan adanya indikasi itu.
Dia berharap pengawas pelaksanaan Pilkada dapat mengungkap setiap penyimpangan Pilkada, apalagi dengan intimidasi yang akan menganggu ketenangan dan ketentraman masyarakat.
Dandim meminta seluruh masyarakat jangan takut dengan adanya intimidasi atau cara-cara lainnya yang merugikan masyarakat atau menyimpang dari ketentuan Pilkada.
Dia meminta masyarakat melaporkan kepada aparat berwajib apabila ada intimidasi dan melaporkan kalau ada temuan memberikan uang atau bentuk lainnya kepada Panwaslu setempat. (sjp)
sumber: Analisa Online
Like this:
Be the first to like this page.