Pengamatan Serambi di lokasi, kemacetan dari Kota Subulussalam maupun Singkil diperkirakan mencapai ratusan meter. Jalan ini satu-satunya akses yang menghubungkan Kabupaten Aceh Singkil ke Medan, Sumatera Utara. Akibat dari kejadian ini dilaporkan jalur transportasi sempat lumpuh total hingga beberapa jam. Hingga pukul 18.00 WIB, Selasa (2/2), puluhan truk berbadan besar belum dapat melintas. Hanya kendaraan roda dua dan mobil berbadan kecil yang dapat melintas. Selain itu, para pengendara sepeda motor tampak harus berhati-hati mendorong kendaraannya melewati celah jalan yang sangat kecil sementara puluhan truk dari kedua arah tampak berjejer di sepanjang jalan.
Berdasarkan catatan Serambi kejadian ini merupakan yang ke sekian kalinya. Beberapa bulan lalu peristiwa serupa terjadi akibat sebuah truk yang mengangkut cangkang kelapa sawit rusak di lokasi yang sama. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Subulussalam Bahagia Maha kepada Serambi mengatakan, kondisi kerusakan truk akibat mengangkut karnel, CPO dan cangkang kelapa sawit melebihi kapasitas kendaraan. Akibatnya, setiap melintas tanjakan terjal truk kerap mengalami kerusakan seperti pecah garden, blong rem bahkan tak sedikit yang terperosok. Selain itu, menurut Bahagia akibat muatan yang melebihi tonase menyebabkan kerusakan pada badan jalan di sana.
Ia minta para pengusaha angkutan mematuhi aturan yang berlaku dengan mengangkut barang sesuai tonase yang diizinkan. Bahagia menambahkan, kecuali melebihi tonase, dia juga mensyinyalir banyaknya truk pengangkutan yang digunakan tahun rendah sehingga tidak layak lagi dioperasikan mengangkut beban berat. “Kita minta ini segera ditertibkan, semua pelaku usaha harus mengikuti aturan yang berlaku,” ujar Bahagia.(kh)
Ditulis oleh marhalimselian