PELANTIKAN DPRK ACEH TENGGARA
Kutacane, (Analisa)
Mari kita bersatu dalam semangat “Bumi Sepakat Segenep” untuk membangun negeri ini dengan kebersamaan bukan dengan perceraian.
Negeri ini milik kita bersama, bukan milik satu kelompok semata, tidak akan maju Aceh Tenggara sebagai daerah bila kita tidak dewasa dan bijak dalam bersikap, mari kita tinggalkan pikiran picik dan sempit.
Mari kita buka cakrawala yang baik, saat ini bukan jamannya primordialisme, tapi pluralisme yang dilandasi humanisme yang dibutuhkan.
Hal tersebut disampaikan H.M.Salim Fakhri selaku Ketua DPRK Aceh Tenggara sementara pada Rapat Paripurna Istimewa Peresmian/Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRK Agara periode 2009-2014, Jumat (28/8).
Dikatakan, perbedaan dalam berpendapat pasti ada, namun perbedaaan bukanlah suatu alasan pembenar untuk memelihara kebencian dan dendam, hanya dengan kasih saying serta ketulusan akan dapat membangun Tanah Alas dengan sempurna.
“Perjalanan politik khususnya Aceh Tenggara memasuki lembaran baru, pemilu dapat kita nyatakan pemilu yang berlangsung dengan damai, memang ada riak-riak kecil penghias demokrasi lalu, seperti keberatan dan gugatan dan hal itu adalah sebuah kewajaran,” kata Fakri.
Di depan ke-24 anggota dewan terpilih dalam pemilu legislatif lalu dan para anggota dewan yang telah lengser serta undangan, Fakhri selaku Ketua DPRK yang baru menerima jabatan di gedung dewan tersebut, mengungkapkan janji dewan untuk selalu menjalankan amanah yang telah diamanatkan di pundak mereka.
“Setidaknya harapan yang diembankan pada kami tetap kami hidupkan dan pelihara serta akan kami jalankan dengan segenap kemampuan yang ada,” tandas Fakhri yang sebelumnya juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara.
Sejumlah utusan partai yang berhasil menduduki gedung terhormat tersebut adalah dari Partai Golongan Karya (Golkar) H.M Salim Fakhri, H.Rasidun Pagan SE, Ernita dan Abdul Malik, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Irwandi Desai dan GB Maratua Tambunan, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) dr Suhelman dan Muhamad Yunir, Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme) Nazaruddin dan Ray Darwan Tarigan, Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Muhamad Fahrial A.Md dan Agustamin Sianturi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rahmad Hidayat dan H.Sahbudin BP,MM, Partai Persatuan Daerah (PPD) Rasidin S.Ag dan Saidi.
Partai Amanat Nasional (PAN) Bukhari Selian, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Tgk Apan Husni JS, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Bukhari, Partai Serikat Indonesia (PSI) Muhamad Sofian S.Ag, Partai Indonesia Raya (Gerindra) Erda Lina Pelis SP.
Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI) Rino Andika S.Sos, Partai Aceh (PA) Ir Budimansyah, Partai Patriot (PP) Hj Syamsiar dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) H. Marhusein Beruh S.Pd. (shd)
Ditulis oleh marhalimselian
Ditulis oleh marhalimselian 
Ditulis oleh marhalimselian